4 Makanan Enak Wisata Khas Bogor Dan Harga Bersahabat

Sate Sumsum


Sate merupakan salah satu kuliner khas Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki kuliner sate dengan jenis atau penyajian berbeda. Nah, di Bogor sate yang dijual bukan sate ayam atau kambing seperti biasanya, melainkan sate sumsum sapi. Jadi, bagian sumsum sapi dipotong kecil-kecil, lalu ditusuk dan dibakar seperti sate yang kemudian disajikan dengan bumbu kacang.
Sate sumsum sapi ini bisa kamu temukan di rumah makan Sate Sumsum dan Ginjal Pak Oo. Tempat wisata kuliner yang selalu dikunjungi banyak wisatawan ini berlokasi di Jalan Surya Kencana No 193. Satu porsi hidangan ini berisi sepuluh tusuk sate dengan harga sekitar Rp22.000. Selain sate sumsum, di sini kamu juga bisa mencicipi sate ginjal, hati, dan daging sapi. Soal rasa, sudah pasti juara!

Cungkring


Sudah berjualan sejak tahun 1975, Cungkring Pak Jumat dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Bogor. Dulunya, sang penjual menjajakan kuliner ini secara berkeliling. Namun, sejak 2004 pemiliknya membuka gerobak Cungkring Pak Jumat di kawasan Jalan Surya Kencana. Setiap harinya, kuliner ini buka pukul 07:00 – 09:30.
Bagi yang belum tahu, cungkring merupakan kuliner khas Bogor yang terbuat dari kaki sapi dan disajikan dengan bumbu sate. Kalau membeli cungkring di sini, kamu akan ditawarkan empat jenis cungkring, yakni kikil, kulit, dampal, dan urat.
Hanya dengan harga sekitar Rp15.000, kamu sudah bisa menikmati satu porsi cungkring berisi potongan cungkring, lontong, dan keripik tempe yang disiram bumbu kacang dan cabai. Kuliner yang satu ini menjadi juara di kalangan kalangan wisatawan karena menggunakan daging cungkring yang empuk dengan perebusan selama 5 – 6 jam. Penasaran ingin mencobanya?

Doclang


Sekilas, doclang mirip dengan kuliner ketupat tahu yang bisa kamu temukan di daerah Jawa Barat. Umumnya, satu porsi doclang terdiri dari irisan tahu goreng, kentang goreng, telur rebus, dan pesor, lalu disajikan dengan bumbu kacang, kecap, dan kerupuk.
Nah, keistimewaan doclang terletak pada pesor tersebut. Pesor merupakan sejenis lontong yang dibungkus menggunakan daun patat, yakni daun yang tumbuh di lereng Gunung Salak.
Meski menjadi kuliner terkenal di Bogor, penjual doclang kini sudah tidak sebanyak dulu. Jangan khawatir, kamu masih bisa menemukan doclang di kawasan Jalan Mantarena Jembatan Merah bernama Doclang Mak Icoh. Kamu bisa datang ke sini pukul 06:00 – 14:00.

Toge Goreng


Meski namanya taoge goreng, taoge yang disajikan di banyak tempat kuliner Bogor dimasak dengan cara direbus. Setelah itu, taoge rebus disajikan dengan irisan tahu goreng, potongan ketupat, mi kuning, yang disiram bumbu kacang berisi taoco dan oncom. Kuliner ini paling pas dinikmati saat kuah bumbunya masih hangat.
Apabila ingin mencoba taoge goreng, kamu bisa datang ke tempat yang paling legendaris bernama Toge Goreng Ibu Hj. Omah. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Soedirman No 23A. Taoge goreng di sini dimasak menggunakan kayu bakar, sehingga menciptakan cita rasa yang unik. Satu porsi taoge goreng di tempat yang buka pukul 08:30 – 17:00 ini dijual dengan harga sekitar Rp14.000. Cukup terjangkau, bukan?

Daripada hanya terbayang-bayang kelezatannya, yuk segera rencanakan perjalanan liburanmu ke Bogor! Alangkah baiknya, kamu luangkan waktu selama beberapa hari agar bisa berwisata kuliner dengan puas. Selamat memanjakan perut dan mulutmu, ya!